Permintaan Pertemanan
Lihat SemuaPermintaan Pertemanan
Saran Halaman
Lihat SemuaSaran Halaman
Orang Yang Mungkin Anda Kenal
Lihat SemuaOrang Yang Mungkin Anda Kenal
Kabar Berita
Bismillaahirrahmaanirrahim...Model dan pola gerakan HMI tidak sama persis dengan model dan pola gerakan mahasiswa yang lain. Adapun persamaan, mungkin itu dalam beberapa hal yang sifatnya furu’, profan. Jika mengacu kepada AD/ART HMI, maka gerakan HMI merupakan formulasi akhir dari beberapa ramuan seperti tujuan, fungsi, peran, arah perjuangan, yang dikombinasikan dengan kebutuhan dari HMI sendiri dan masyarakat, dan diakulturasikan dengan realitas atau kondisi yang sedang berlangsung. Sehingga gerakan HMI dapat benar-benar merupakn gerakan yang sifatnya signifikan, realistis, relevan, dan mudah untuk dievaluasi.
Dari beberapa ramuan seperti disebutkan di awal, itu akan menentukan model dan pola gerakan HMI, baik pada masing-masing Cabang, maupun HMI dalam skala nasional, yang dalam hal ini PB HMI. Setelah dirumuskan model gerakan yang tepat bagi HMI, hal lain yang harus diingat adalah jangan pernah lupa meletakkan NDP sebagai kerangka dasar metodologinya, sebagai fundamental valuenya.
Re-empowering ideologi dan metodologi gerakan
Sebuah gerakan harus memiliki ideologi. Sebagai bagian dari masyarakat, HMI memiliki ideologi yang permanen. Islam sebagai satu-satunya ideologi,
harus mampu menggerakkan, mengarahkan, menjadi pisau analisa, sekaligus dari Islam tersebut akan dilahirkan inspirasi-inspirasi gerakan. Pemahaman dan internalisasi ideologi sangat mempengaruhi komitmen dan konsistensi gerakan. Sejauh mana ideologi tersebut dipahami dan terbatinkan, sejauh itu juga sebuah gerakan akan besar, maju dan efektif. Bagaimana HMI memahami dan bersikap terhadap ideologi? Pertama, bahwa Ideologi harus berangkat dari pandangan dunia dan basis epistemologi yang jelas. Dalam hal ini Islam sebagai satu-satunya ideologi HMI, harus menjadikan nilai-nilai Islam sebagai dasar perjuangan dan gerakan HMI. Kedua, perlu adanya penguatan ke dalam terhadap ideologi, sehingga kekuatan di dalam akan melahirkan dorongan kekuatan keluar. Wacana sebagai nutrisi penguat ideologi harus diperkaya, Islam harus selalu diinterpretasikan kemudian diaktualisasikan, tentu harus selalu dikontekstualisasikan dengan situasi dan perkembangan isu yang ada. Bagi HMI, dalam hal ini pemahaman lebih dalam terhadap NDP menjadi sangat penting.
Niat baik akan baik juga hasilnya jika dilaksanakan dengan cara yang baik dan benar (tepat). Bagi gerakan HMI, ilmu tentang sebuah cara dalam menjalankan ide sangat penting. Sebab dengan itulah tingkat keberhasilan sebuah gerakan dapat diukur dan dievaluasi. Gerakan HMI harus memuat tiga hal pokok, pendidikan, empowering, dan advokasi. Tiga hal pokok tadi harus terjangkau dalam satu jenis atau bentuk program kerja HMI. Membicarakan mengenai metodologi gerakan, dalam ruang yang terbatas ini tentu tidak dapat secara detil. Berikut beberapa kerangka terkait dengan metodologi gerakan (sederhana dan lebih subyektif, hasil refleksi lapangan). Pemahaman terhadap realitas (fenomena atau fakta). Menangkap fenomena, untuk menemukan noumena di baliknya. Memilih dan melahirkan isu strategis, Isu yang harus menghegemoni, serta Analisa dan Perencanaan yang matang.
Penutup
Mengutip Isa Anshari, hanya api yang bisa menyalakan kayu, hanya kayu yang menyala yang bisa menyalakan kayu-kayu yang lain. Hanya yang hak yang bisa meyakinkan hati, hanya hati yang yakin yang bisa meyakinkan hati-hati yang lain. Untuk HMI, teruslah berkarya dan selalu yakin usaha sampai. Dengan demikian tugas hidup manusia menjadi sangat sederhana, yaitu beriman, berilmu, dan beramal. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.







Komentar
Posting Komentar