Langsung ke konten utama

PUISI NURANI JIWA

Mungkin hanya laut yang mengerti
Kapan langit akan menangis...
Atau mungkin hanya buih yang tahu
Kapan mendung berganti warna..
Saat ombak melahirkan darah di bibir karang

Selarut ini aku tuliskan sebait pesan buatmu
Aku lampirkan penggalan mimpi untuk menyapamu
Dalam diam...dalam dendam...dalam ketiadaan...

Terpagut mata memandang perih
Diujung samudera, panggilan hati membawamu pergi
Kala hatimu tersayat belati
Aku hanya mampu merintih
Adakah mereka miliki segumpal nurani?

Setetes darah dengan sebuah kerinduan
Yang mampu mengeja gambar keangkuhan tanpa makna
Semacam doa tanpa harapan
Dan sebuah kerinduan yang kering terbakar
Kau masih menanti diujung samudera
Bertanya pada ombak…
Adakah nurani bersinggah menepi?

Oh…Palestina…
Tragedi tanpa kesudahanmu
Meluluh lantakkan qolbu
Ingin kurajut perihmu dengan jamahku
Obati lukamu dengan jiwa…
Agar kalut tak dapat meraja kembali dalam sepi

Oh…Palestina
Bumi Isa yang ternoda
Kala serdadu zionis gagah diujung samudera
Hendak halangi nurani yang ingin menepi
Ditanah syurgawi, taman mujahid sejati

Ah, aku hanya mampu membias
Di balik cermin, malu tanpa arti
Kala sendimu kokoh menghadang buas
Penar matamu denguskan dedebu
Bebatuan siap menjadi saksi juangmu
Aku hanya mampu mengutuk
kala suamu kian mengetuk
dinding semesta nurani

FAUZA QADRIAH PW, IKRH ALUMNI 22 AR-RAUDLATUL HASANAH

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Malaysia sudut peradaban...

Dahulu terkenang satu cita yang seakan tak terealisasikan di sudut khayalan...  namun... kembali terketuk satu kalimat yang seakan melayang2 di antara telinga dan alam bawah sadar... "Ada masa dimana Allah akan berikan yang kita butuhkan" Allaahu Akbar.... kuyakini, setiap titik kebahagiaan dan kesuksesan ini terselip doa ikhlas seorang Ayah... umi.... yang selalu mendoakan keberkahan, kebahagiaan, kesuksesan untuk putra putri nya.... . . Allaahu jalla jalaaluh... terkadang sedikit rumit bagi hamba terus mengingat kebaikan dan melupakan kesalahan... ketukan terindah menuju arah yang lebih indah..itu lah yang kami harapkan ya Rabb... syukur atas nikmat.... bahagia atas tiada penat.. dan sedih dilapisi bahagia.. hanya mampu mendoakan kesehatan buat ayah dan umi... semoga cinta dan kasih sayang mereka mendapat balasan cinta fan kasih sayang yang lebih dari Mu ya Allaah.... . . Malaysia, 20 oktober 2015

Sampaikan walau sedikit ilmu

Sedikit kucoba menceritakan penggalan nasihat Arab yang hingga saat ini sangat kunikmati khasiatnya... "Obatilah marah dengan diam" Kalimat sakral lagi singkat ini menentramkan segala bala dan emosi membara saat beberapa pihak mengecam untuk melanjutkan kemarahan nya.. Syukurku telah dibekali ilmu bermanfaat oleh ustadzah nashratussyaifa yang saat duduk dikelas 1G di pesantren ia terus menjelaskan definisi dan contoh dari seluruh mahfudzot atau pantun Arab itu..  Kerap kutemukan orang marah.. Emosi membara.. Obatilah marah itu dengan diam.. Sebab tidak semua pertanyaan da jawabannya... Tidak semua lapar makan nasi obatnya.. Tapi diam lah obat jitu menenangkan kawan yang sedang dalam keadaan marah... Semoga bermanfaat... #bersambung #mariberbagi