Langsung ke konten utama

PUISI SANG MURABBI

Allah, Ya Rabbi...
Dengan segala kuasa dan kemaha besaran-Mu
Ku tengadahkan tangan bertumpu malu
Kala hati hanya berdusta
Terombang ambing dengan nafsu sia
Di keheningan malam
Waktu yang sepantasnya kupergunakan
Merajut cinta-Mu

Allah, Ya Rabbi...
Adakah hati dan lidah ini selalu berujar
Berkilah dan mengumbar ayat-ayat-Mu yang berpijar
Terangi hati mereka yang sadar
Obati jiwa mereka yang pudar
Namun, hanya akulah yang kurang ajar
Memaknai setiap dalil yang erat mengakar
Dengan potongan-potongan ayat samar
Lantas ku jadikan alasan untuk menutupi hidayah-Mu

Allah, Ya Rabbi...
Kegundahan hati ini lama berlumut
Terkatup dibalik dinding-dinding usia yang larut
Dalam jurang nista
Adakah pertolongan yang siap menghampiri
Sedangkan aku hanya berdiam diri
Dan enggan berlari menjemput kasih-Mu
Pantaskah aku menerima
Dengan kealpaan diri.

Kini hanya diamlah yang menjadi saksi bisu
Hanya jejaring malam yang setia menunggu
Kala simpuhku dihadapan-Mu
Menjadi bukti kelemahanku tentang diriku
Menjadi bukti kehampaanku tentang jiwaku
Menjadi bukti kelalaianku tentang usiaku

Bahwa, Engkaulah yang Maha Tahu dan akan mengatahui
99 lapis isi hati ini, yang karat dan berduri
Dan ingin ku benahi dalam sujud kasihku pada-Mu
Bahwa, Engkaulah Sang Murabbi
Penuntun hidup dan terjalnya jalan
Melangkahkan kaki lewati aral rintangan


FAUZA QADRIAH PW, IKRH ALUMNI 22 AR-RAUDLATUL HASANAH MEDAN

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PUISI NURANI JIWA

Mungkin hanya laut yang mengerti Kapan langit akan menangis... Atau mungkin hanya buih yang tahu Kapan mendung berganti warna.. Saat ombak melahirkan darah di bibir karang Selarut ini aku tuliskan sebait pesan buatmu Aku lampirkan penggalan mimpi untuk menyapamu Dalam diam...dalam dendam...dalam ketiadaan... Terpagut mata memandang perih Diujung samudera, panggilan hati membawamu pergi Kala hatimu tersayat belati Aku hanya mampu merintih Adakah mereka miliki segumpal nurani? Setetes darah dengan sebuah kerinduan Yang mampu mengeja gambar keangkuhan tanpa makna Semacam doa tanpa harapan Dan sebuah kerinduan yang kering terbakar Kau masih menanti diujung samudera Bertanya pada ombak… Adakah nurani bersinggah menepi? Oh…Palestina… Tragedi tanpa kesudahanmu Meluluh lantakkan qolbu Ingin kurajut perihmu dengan jamahku Obati lukamu dengan jiwa… Agar kalut tak dapat meraja kembali dalam sepi Oh…Palestina Bumi Isa yang ternoda Kala serdadu zionis gagah diujung ...

Malaysia sudut peradaban...

Dahulu terkenang satu cita yang seakan tak terealisasikan di sudut khayalan...  namun... kembali terketuk satu kalimat yang seakan melayang2 di antara telinga dan alam bawah sadar... "Ada masa dimana Allah akan berikan yang kita butuhkan" Allaahu Akbar.... kuyakini, setiap titik kebahagiaan dan kesuksesan ini terselip doa ikhlas seorang Ayah... umi.... yang selalu mendoakan keberkahan, kebahagiaan, kesuksesan untuk putra putri nya.... . . Allaahu jalla jalaaluh... terkadang sedikit rumit bagi hamba terus mengingat kebaikan dan melupakan kesalahan... ketukan terindah menuju arah yang lebih indah..itu lah yang kami harapkan ya Rabb... syukur atas nikmat.... bahagia atas tiada penat.. dan sedih dilapisi bahagia.. hanya mampu mendoakan kesehatan buat ayah dan umi... semoga cinta dan kasih sayang mereka mendapat balasan cinta fan kasih sayang yang lebih dari Mu ya Allaah.... . . Malaysia, 20 oktober 2015

Sampaikan walau sedikit ilmu

Sedikit kucoba menceritakan penggalan nasihat Arab yang hingga saat ini sangat kunikmati khasiatnya... "Obatilah marah dengan diam" Kalimat sakral lagi singkat ini menentramkan segala bala dan emosi membara saat beberapa pihak mengecam untuk melanjutkan kemarahan nya.. Syukurku telah dibekali ilmu bermanfaat oleh ustadzah nashratussyaifa yang saat duduk dikelas 1G di pesantren ia terus menjelaskan definisi dan contoh dari seluruh mahfudzot atau pantun Arab itu..  Kerap kutemukan orang marah.. Emosi membara.. Obatilah marah itu dengan diam.. Sebab tidak semua pertanyaan da jawabannya... Tidak semua lapar makan nasi obatnya.. Tapi diam lah obat jitu menenangkan kawan yang sedang dalam keadaan marah... Semoga bermanfaat... #bersambung #mariberbagi