Sulit aku melupakan beribu pasang mata birumu
Bingungku, lantas berkabung…
Kala senja ingin pergi tinggalkan hari
Kau masih saja berdiri
Menanti aroma syurgawi
Menghampirimu...
Sua tiada habis diselaksa pandang
Menatap tingkah laku iblis dunia yang menghadang
Intifadhoh akan tetap meradang
Kala jiwamu terus di hujam
Bingungku,lantas bertandang…
Aku hanya mampu berkumandang
Serukan keadilanmu yang dikekang
Jihad menjadi besi sendi
Sabar menjadi pilar tegar
Tawakkal menjadi dinding hati
Kau adalah jiwa haus
Yang tidak dapat istirahat
Kecuali dalam pangkuan keterjagaan
Kehidupanmu di atas bumi
Merupakan satu rangkaian panjang
Dari perbuatan perbuatan besar
Yang ingin kuraih, namun hanya mimpi
kala rayuan syaitan kerap menghampiri
Predikat syahid jelas tersandang
Hakikat mati tak mematikan hati
Jiwamu kan selalu bertandang
Dalam sanubari yang merindu makna dan arti
Aku hanya mampu menitip salam kasih
Pada angin kasturi bumimu…
Pada awan syurgawi dihatimu
Pada bebatuan, saksi hidupmu
Kala tangan tak mampu menyapa dan hampiri
Perjuangan panjang membentang
Do'aku kan selalu membasahi
Untukmu…
Wahai mujahid sejati…
FAUZA QADRIAH PW, IKRH ALUMNI 22 AR-RAUDLATUL HASANAH
Bingungku, lantas berkabung…
Kala senja ingin pergi tinggalkan hari
Kau masih saja berdiri
Menanti aroma syurgawi
Menghampirimu...
Sua tiada habis diselaksa pandang
Menatap tingkah laku iblis dunia yang menghadang
Intifadhoh akan tetap meradang
Kala jiwamu terus di hujam
Bingungku,lantas bertandang…
Aku hanya mampu berkumandang
Serukan keadilanmu yang dikekang
Jihad menjadi besi sendi
Sabar menjadi pilar tegar
Tawakkal menjadi dinding hati
Kau adalah jiwa haus
Yang tidak dapat istirahat
Kecuali dalam pangkuan keterjagaan
Kehidupanmu di atas bumi
Merupakan satu rangkaian panjang
Dari perbuatan perbuatan besar
Yang ingin kuraih, namun hanya mimpi
kala rayuan syaitan kerap menghampiri
Predikat syahid jelas tersandang
Hakikat mati tak mematikan hati
Jiwamu kan selalu bertandang
Dalam sanubari yang merindu makna dan arti
Aku hanya mampu menitip salam kasih
Pada angin kasturi bumimu…
Pada awan syurgawi dihatimu
Pada bebatuan, saksi hidupmu
Kala tangan tak mampu menyapa dan hampiri
Perjuangan panjang membentang
Do'aku kan selalu membasahi
Untukmu…
Wahai mujahid sejati…
FAUZA QADRIAH PW, IKRH ALUMNI 22 AR-RAUDLATUL HASANAH
Komentar
Posting Komentar