Langsung ke konten utama

PUISI HIDUP PENUH RINTANGAN

Sulit aku melupakan beribu pasang mata birumu
Bingungku, lantas berkabung…
Kala senja ingin pergi tinggalkan hari
Kau masih saja berdiri
Menanti aroma syurgawi
Menghampirimu...

Sua tiada habis diselaksa pandang
Menatap tingkah laku iblis dunia yang menghadang
Intifadhoh akan tetap meradang
Kala jiwamu terus di hujam
Bingungku,lantas bertandang…
Aku hanya mampu berkumandang
Serukan keadilanmu yang dikekang

Jihad menjadi besi sendi
Sabar menjadi pilar tegar
Tawakkal menjadi dinding hati

Kau adalah jiwa haus
Yang tidak dapat istirahat
Kecuali dalam pangkuan keterjagaan
Kehidupanmu di atas bumi
Merupakan satu rangkaian panjang
Dari perbuatan perbuatan besar
Yang ingin kuraih, namun hanya mimpi
kala rayuan syaitan kerap menghampiri

Predikat syahid jelas tersandang
Hakikat mati tak mematikan hati
Jiwamu kan selalu bertandang
Dalam sanubari yang merindu makna dan arti

Aku hanya mampu menitip salam kasih
Pada angin kasturi bumimu…
Pada awan syurgawi dihatimu
Pada bebatuan, saksi hidupmu

Kala tangan tak mampu menyapa dan hampiri
Perjuangan panjang membentang
Do'aku kan selalu membasahi
Untukmu…
Wahai mujahid sejati…

FAUZA QADRIAH PW, IKRH ALUMNI 22 AR-RAUDLATUL HASANAH

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PUISI NURANI JIWA

Mungkin hanya laut yang mengerti Kapan langit akan menangis... Atau mungkin hanya buih yang tahu Kapan mendung berganti warna.. Saat ombak melahirkan darah di bibir karang Selarut ini aku tuliskan sebait pesan buatmu Aku lampirkan penggalan mimpi untuk menyapamu Dalam diam...dalam dendam...dalam ketiadaan... Terpagut mata memandang perih Diujung samudera, panggilan hati membawamu pergi Kala hatimu tersayat belati Aku hanya mampu merintih Adakah mereka miliki segumpal nurani? Setetes darah dengan sebuah kerinduan Yang mampu mengeja gambar keangkuhan tanpa makna Semacam doa tanpa harapan Dan sebuah kerinduan yang kering terbakar Kau masih menanti diujung samudera Bertanya pada ombak… Adakah nurani bersinggah menepi? Oh…Palestina… Tragedi tanpa kesudahanmu Meluluh lantakkan qolbu Ingin kurajut perihmu dengan jamahku Obati lukamu dengan jiwa… Agar kalut tak dapat meraja kembali dalam sepi Oh…Palestina Bumi Isa yang ternoda Kala serdadu zionis gagah diujung ...

Malaysia sudut peradaban...

Dahulu terkenang satu cita yang seakan tak terealisasikan di sudut khayalan...  namun... kembali terketuk satu kalimat yang seakan melayang2 di antara telinga dan alam bawah sadar... "Ada masa dimana Allah akan berikan yang kita butuhkan" Allaahu Akbar.... kuyakini, setiap titik kebahagiaan dan kesuksesan ini terselip doa ikhlas seorang Ayah... umi.... yang selalu mendoakan keberkahan, kebahagiaan, kesuksesan untuk putra putri nya.... . . Allaahu jalla jalaaluh... terkadang sedikit rumit bagi hamba terus mengingat kebaikan dan melupakan kesalahan... ketukan terindah menuju arah yang lebih indah..itu lah yang kami harapkan ya Rabb... syukur atas nikmat.... bahagia atas tiada penat.. dan sedih dilapisi bahagia.. hanya mampu mendoakan kesehatan buat ayah dan umi... semoga cinta dan kasih sayang mereka mendapat balasan cinta fan kasih sayang yang lebih dari Mu ya Allaah.... . . Malaysia, 20 oktober 2015

Sampaikan walau sedikit ilmu

Sedikit kucoba menceritakan penggalan nasihat Arab yang hingga saat ini sangat kunikmati khasiatnya... "Obatilah marah dengan diam" Kalimat sakral lagi singkat ini menentramkan segala bala dan emosi membara saat beberapa pihak mengecam untuk melanjutkan kemarahan nya.. Syukurku telah dibekali ilmu bermanfaat oleh ustadzah nashratussyaifa yang saat duduk dikelas 1G di pesantren ia terus menjelaskan definisi dan contoh dari seluruh mahfudzot atau pantun Arab itu..  Kerap kutemukan orang marah.. Emosi membara.. Obatilah marah itu dengan diam.. Sebab tidak semua pertanyaan da jawabannya... Tidak semua lapar makan nasi obatnya.. Tapi diam lah obat jitu menenangkan kawan yang sedang dalam keadaan marah... Semoga bermanfaat... #bersambung #mariberbagi