Langsung ke konten utama

Sepucuk nasihat Dari bg FAUZAN ARRASYID

Buat Qadri-Ayu-Emi


Malam ini abang memikirkan kalian bertiga. Tiga adik cewek abang. Kalian udah mulai dewasa. Qadri dan Ayu apalagi. Sekarang udah diatas 17 tahun.

Semakin kalian dewasa, abang semakin khawatir. Takut kali abang, kalau kalian-pun masih ngelakukan contoh2 salah yang pernah abang lakukan. Abang ragu kalian bisa pilah-pilih, mana aktivitas yang benar dan mana yang kurang benar. Ada juga rasa, abang mau pantau aktivitas kalian 24 jam. Abang masih merasa kalian anak-anak, walau kini uda pada dewasa.

Interaksi kalian dengan laki-lakipun jadi fokus yang abg pikirkan malam ini. Abang hanya mau titip pesan-Jadilah wanita yang terhormat ya.

Jujur, walau dulu abang pacar-pacaran, sampai sekarang abang ga ikhlas kalau ada laki-laki yang ajak kalian pacaran-pacaran. Apalagi sampai abang tau kalian pacaran.

Abang ga terima ada laki-laki yang buat kalian memikirkannya, sampai kewajiban kalian lupakan. Saat ini ada amanah ayah-umi yang harus ditunaikan.

Saat ini-pun abang memutuskan untuk ga pacar-pacaran lagi. Itu jalan yang salah. Betul kata Kak Isfa dulu. Maaf baru sadar sekarang kak. Tapi ini pelajarannya buat Qadri, Ayu, ama Emi.

Abang ga bakal biarkan, abang ga bermanfaat buat kalian. Gimanapun abang bakal berusaha menyayangi dan mengayomi kalian. Abang pengen selalu ada buat kalian, ngasih contoh, ngasih masukan, saran. Apapun itu.

Jadi, kalaupun ada yang ngajak kalian berhubungan serius. Tolak dengan baik-baik. Masih ada abang dan bang Asep.

Kalaupun salah satu dari kalian ada yang sekarang masih pacar-pacaran. Putuskan segera dengan baik2. Ingat, abang selalu ga ikhlas. Ini berdampak pada kepedulian ama kasih sayang abang ama kalian.

Nanti kalau study sudah kalian tunaikan, saat waktunya tiba, hadirkan dia yang kalian percayai ke keluarga. Pacaran2 hanya buat kalian tidak terhormat.

Abang ga sanggup ngomongnya langsung ke kalian, bisa nangis abang kalau ngingat kesalahan2 yang uda abg buat, saat harus menasihati kalian. Sekarang fokus ke study ya.

Abang selalu perhatikan kalian. Adik2ku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PUISI NURANI JIWA

Mungkin hanya laut yang mengerti Kapan langit akan menangis... Atau mungkin hanya buih yang tahu Kapan mendung berganti warna.. Saat ombak melahirkan darah di bibir karang Selarut ini aku tuliskan sebait pesan buatmu Aku lampirkan penggalan mimpi untuk menyapamu Dalam diam...dalam dendam...dalam ketiadaan... Terpagut mata memandang perih Diujung samudera, panggilan hati membawamu pergi Kala hatimu tersayat belati Aku hanya mampu merintih Adakah mereka miliki segumpal nurani? Setetes darah dengan sebuah kerinduan Yang mampu mengeja gambar keangkuhan tanpa makna Semacam doa tanpa harapan Dan sebuah kerinduan yang kering terbakar Kau masih menanti diujung samudera Bertanya pada ombak… Adakah nurani bersinggah menepi? Oh…Palestina… Tragedi tanpa kesudahanmu Meluluh lantakkan qolbu Ingin kurajut perihmu dengan jamahku Obati lukamu dengan jiwa… Agar kalut tak dapat meraja kembali dalam sepi Oh…Palestina Bumi Isa yang ternoda Kala serdadu zionis gagah diujung ...

Malaysia sudut peradaban...

Dahulu terkenang satu cita yang seakan tak terealisasikan di sudut khayalan...  namun... kembali terketuk satu kalimat yang seakan melayang2 di antara telinga dan alam bawah sadar... "Ada masa dimana Allah akan berikan yang kita butuhkan" Allaahu Akbar.... kuyakini, setiap titik kebahagiaan dan kesuksesan ini terselip doa ikhlas seorang Ayah... umi.... yang selalu mendoakan keberkahan, kebahagiaan, kesuksesan untuk putra putri nya.... . . Allaahu jalla jalaaluh... terkadang sedikit rumit bagi hamba terus mengingat kebaikan dan melupakan kesalahan... ketukan terindah menuju arah yang lebih indah..itu lah yang kami harapkan ya Rabb... syukur atas nikmat.... bahagia atas tiada penat.. dan sedih dilapisi bahagia.. hanya mampu mendoakan kesehatan buat ayah dan umi... semoga cinta dan kasih sayang mereka mendapat balasan cinta fan kasih sayang yang lebih dari Mu ya Allaah.... . . Malaysia, 20 oktober 2015

Sampaikan walau sedikit ilmu

Sedikit kucoba menceritakan penggalan nasihat Arab yang hingga saat ini sangat kunikmati khasiatnya... "Obatilah marah dengan diam" Kalimat sakral lagi singkat ini menentramkan segala bala dan emosi membara saat beberapa pihak mengecam untuk melanjutkan kemarahan nya.. Syukurku telah dibekali ilmu bermanfaat oleh ustadzah nashratussyaifa yang saat duduk dikelas 1G di pesantren ia terus menjelaskan definisi dan contoh dari seluruh mahfudzot atau pantun Arab itu..  Kerap kutemukan orang marah.. Emosi membara.. Obatilah marah itu dengan diam.. Sebab tidak semua pertanyaan da jawabannya... Tidak semua lapar makan nasi obatnya.. Tapi diam lah obat jitu menenangkan kawan yang sedang dalam keadaan marah... Semoga bermanfaat... #bersambung #mariberbagi