Langsung ke konten utama

Tunaikan belajar di pulau seberang kakak

Ahad, 3 September 2017
Ayuhan langkah jihad mu harus ditunaikan... Semangat juang mu harus dikobarkan... Sesaat kau akan teringat rintihan doa setiap yang memiliki sayang tulus akan kesuksesanmu...
Kakakku..  Kemarin sentakan mimpi mengguncangkan istirahat malam ku.. Disela mimpi kurasa diri ini pun berangkat bersama ke pulau jawa... Menimba ilmu bersama disana.. Tapi Allah berkehendak lain.. Bahagiaku akan keberhasilanmu kak..
Kak.. Setiap adik selalu menginginkan kebahagian untuk kakaknya.. Begitu pula denganku.. Tak pernah tinggal kumendoakan kebahagiaan langkah dan rutinitasmu.. Berbahagialah kak.. AKu yakin.. Kau bisa membawa kabar baik itu.. Sebab kau sosok hebat yang pernah aku kenal... Peredam emosi dikala marahku diskala 100%..
Mungkin kau sudah tak asing dengan kalimat perantauan.. Ketidak asingan itu semoga menjadikanmu lebih menjaga segala hal untuk kebaikan dan kesehatan jasmanimu.. Sehat2 slalu di kampung orang kak.. Pulanglah dengan membawa segudang kisah, yg nantinya bermanfaat untuk orng terkasihmu.. Torehkan bahagia duka bercampur haru akan keberhasilanmu... Yakinlah kak.. Ada banyak orang yg menanti itu.. Termasuk aku.. Segeralah kembali dengan ilmu bermanfaatmu kak.. Sebab banyak orang yang menanti kebermanfaatan itu terciprat padanya...
Kakakku..  Ayok berbuat lebih banyak untuk ummat dari sebelumnya.. Berbagi untuk ummat lebih banyak dari sebelumnya.. Gapai ridho Allaah lebih rutin dari sebelumnya.. Semoga kelak kebahagiaan slalu menyelimutimu kak..
Selamat berjuang kakakku..  Semoga Allaah selalu melindungimu..  Semoga kau tetap istiqomah dan rendah hati.. Dan teruslah berhati-hati.. Gapai ridho Ilaahi Rabbi..
I love you kakak...
Wasi Purnama Wati, S.Pd

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PUISI NURANI JIWA

Mungkin hanya laut yang mengerti Kapan langit akan menangis... Atau mungkin hanya buih yang tahu Kapan mendung berganti warna.. Saat ombak melahirkan darah di bibir karang Selarut ini aku tuliskan sebait pesan buatmu Aku lampirkan penggalan mimpi untuk menyapamu Dalam diam...dalam dendam...dalam ketiadaan... Terpagut mata memandang perih Diujung samudera, panggilan hati membawamu pergi Kala hatimu tersayat belati Aku hanya mampu merintih Adakah mereka miliki segumpal nurani? Setetes darah dengan sebuah kerinduan Yang mampu mengeja gambar keangkuhan tanpa makna Semacam doa tanpa harapan Dan sebuah kerinduan yang kering terbakar Kau masih menanti diujung samudera Bertanya pada ombak… Adakah nurani bersinggah menepi? Oh…Palestina… Tragedi tanpa kesudahanmu Meluluh lantakkan qolbu Ingin kurajut perihmu dengan jamahku Obati lukamu dengan jiwa… Agar kalut tak dapat meraja kembali dalam sepi Oh…Palestina Bumi Isa yang ternoda Kala serdadu zionis gagah diujung ...

Malaysia sudut peradaban...

Dahulu terkenang satu cita yang seakan tak terealisasikan di sudut khayalan...  namun... kembali terketuk satu kalimat yang seakan melayang2 di antara telinga dan alam bawah sadar... "Ada masa dimana Allah akan berikan yang kita butuhkan" Allaahu Akbar.... kuyakini, setiap titik kebahagiaan dan kesuksesan ini terselip doa ikhlas seorang Ayah... umi.... yang selalu mendoakan keberkahan, kebahagiaan, kesuksesan untuk putra putri nya.... . . Allaahu jalla jalaaluh... terkadang sedikit rumit bagi hamba terus mengingat kebaikan dan melupakan kesalahan... ketukan terindah menuju arah yang lebih indah..itu lah yang kami harapkan ya Rabb... syukur atas nikmat.... bahagia atas tiada penat.. dan sedih dilapisi bahagia.. hanya mampu mendoakan kesehatan buat ayah dan umi... semoga cinta dan kasih sayang mereka mendapat balasan cinta fan kasih sayang yang lebih dari Mu ya Allaah.... . . Malaysia, 20 oktober 2015

Sampaikan walau sedikit ilmu

Sedikit kucoba menceritakan penggalan nasihat Arab yang hingga saat ini sangat kunikmati khasiatnya... "Obatilah marah dengan diam" Kalimat sakral lagi singkat ini menentramkan segala bala dan emosi membara saat beberapa pihak mengecam untuk melanjutkan kemarahan nya.. Syukurku telah dibekali ilmu bermanfaat oleh ustadzah nashratussyaifa yang saat duduk dikelas 1G di pesantren ia terus menjelaskan definisi dan contoh dari seluruh mahfudzot atau pantun Arab itu..  Kerap kutemukan orang marah.. Emosi membara.. Obatilah marah itu dengan diam.. Sebab tidak semua pertanyaan da jawabannya... Tidak semua lapar makan nasi obatnya.. Tapi diam lah obat jitu menenangkan kawan yang sedang dalam keadaan marah... Semoga bermanfaat... #bersambung #mariberbagi