Langsung ke konten utama

LPJ KETUM FoKIS 2015-2016 FAUZA QADRIAH



Ahad, 05 juni 2016
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum. Wr. Wb.

I.         PENDAHULUAN
Selaksa syukur semoga tak sekalipun luput kita panjatkan atas luasnya samudra nikmat yang Allah karuniakan kepada kita. Samudra nikmat yang tak akan mampu kita kalkulasikan debit kuantitatipnya. Samudra nikmat  yang begitu dalam dan luas. Sedalam kecintaa-Nya pada kita dan seluas karuni kasih-Nya sehingga kami bisa menjalankan amanah sebagai pengurus Forum Kajian Ilmu Syari’ah UIN SU Periode 2015-2016 hingga akhir masa periode kami. Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW sebagai suri teladan dan penutup para Nabi Rasul, kepada sahabat dan keluarga beliau, serta para ulama dan hamba-hambanya yang selalu setia mengikuti jejak beliau. Semoga kita semua mendapat syafaatnya di hari kiamat nanti, Amiiin.
       Saat ini izinkan kami menyampaikan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada segenap Alumni, dewan pakar, pengurus keluarga besar FoKIS yang telah sudi meluangkan waktunya untuk mempersiapkan, menghadiri, dan memberikan kontribusi/masukan-masukan yang berarti bagi Forum Kajian Ilmu Syari’ah ( FoKIS UIN-SU).
       Organisasi memang merupakan wadah untuk mewujudkan gagasan, wawasan pengembanagan minat dan bakat, forum komunikasi dalam bertukar informasi  dan pikiran serta sarana untuk mencapai tujuan. Setiap mahasiswa berkumpul dalam suatu tempat yang sama, untuk merumuskan tujuan yang sama pula, seperti layaknya kita saat ini. Namun untuk tujuan yang sama tersebut, tidak selamanya dari ide, ataupun tindakan yang sama. Kita hanya dituntut kebersamaan,kesamaan persepsi akan suatu hal, kebijaksanaan, serta kearifan dalam mengambil suatu keputusan. Apa yang kita lakukan saat ini adalah apa yang dihapkan rekan-rekan anggota Forum Kajian Ilmu Syari’ah  untuk masa depan dan apa yang menjadi acuan kepengurusan organisasi mahasiswa ke depan.

II.      KONDISI OBJEKTIF ORGANISASI
       Dengan penuh kesadaran ketika mengemban amanat FoKIS UIN-SU 2016, kami merasakan besarnya tanggng jawab yang dipikulkan di pundak kami. Dengan keyakinan dan kemauan  serta sikap optimis akan adanya  usaha pembaharuan kearah yang lebih baik, membulatkan tekad kami  untuk terus bahu membahu memperjuangkan  amanat FoKIS dan aspirasi Keluarga besar FoKIS UIN-SU. Kerja keras dan curahan pemikiran telah kami coba lakukan, namun kami yakin masih terdapat kekurangan-kekurangan, meskipun telah beberapa hal dapat kami perbuat. Ada banayak factor/kondisi yang mempengaruhi kami dalam menjalankan amanat tersebut, diantaranya:
a.       Factor Internal
1.      Adanya pengurus yang tidak proaktif/ pasif
2.      Pengurus tidak peduli dan mengerti pekerjaan mereka
3.      Tidak adanya standarisasi kerja/job description yang tidak jelas
4.      Sering terjadi miskomunikasi antar pengurus
Menurut pengamatan kami hal ini terjadi dikarenakan kurangnya kemauan dan kesadaran pengurus akan pentingnya berorganisasi , sehingga pengurus tidak tahu akan manfaat berorganisasi.
b.      Factor Eksternal
Kondisi lingkungan yang mempengaruhi pembentukan watak setiap manusia, latar belakang pendidikan, dukungan dan hambatan keluarga serta factor ekonomi, bisa menjadi indicator penilaian kualitas sumberdaya manusia yang terwujud dalam sikap dan perilaku manusia, dan kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut bisa saja menimbulkan efek lain berupa kejenuhan yang akhirnya membentuk sikap apatis atau ketidak pedulian terhadap apa yang terjadi  di sekitar dan mengurangnya kepekaan social. Kerena factor-faktor tersebut serta adanya beberapa pertimbangan dan masukan dari berbagai pihak, kami mencoba merangkum, menyusun, dan merumuskan apa dan bagaiamana kami menjalankan organisasi, menyusun struktur kepengurusan dan job description bagi masing-masing pengurus, menjalankan agenda kegiatan serta mengupayakan pengadaan fasilitas dan perlengkapan kesekretariatan yang selanjutnya dapat dipakai bersama-sama.

III.   KEBIJAKAN ORGANISASI
       Berdasarkan  permasalahan yang ada dan rumusan/kesimpulan yang diambil menjadi rujukan awal bagi kami  dalam bersikap dan berbuat mengawasi tugas yang diembankan dalam kepengurusan  Forum Kajian Ilmu Syari’ah periode 2015-2016. Hal pertama yang kami lakukan setelah  membentuk kepengurusan adalah:
1.      Merumuskan dan menetapkan  program kerja  Forum Kajian Ilmu Syari’ah periode 2015-2016 untuk masing-masing divisi sehingga dapat dijadikan acuan dalam menjalankan tugas selama kepengurusan.
2.      Mengupayakan pengadaan kelengkapan kesekretariatan Forum Kajian Ilmu Syari’ah periode 2015-2016.
3.      Memperluas jaringan dan menjalin silaturrahmi dengan organisasi lain untuk bersama-sama saling mendukung  dalam menjalankan  kegiatan organisasi.

IV.   PELAKSANAAN PROGRAM KERJA
            Dengan penuh semangat dan tanggung jawab  sebagai pengurus Forum Kajian Ilmu Syari’ah periode 2015-2016, kami senantiasa  bekerjasama dan menjalankan  program kerja  sesuai dengan agenda kepengurusan  Forum Kajian Ilmu Syari’ah periode 2015-2016. Adapun program kerja  Pengurus Forum Kajian Ilmu Syari’ah periode 2015-2016 adalah:
       Program – program kerja Forum Kajian Ilmu Syari’ah periode 2015-2016.



 KENDALA ORGANISASI
       Seperti yang telah kami uraikan pada kondisi objektif organisasi, kami menyingggung beberapa factor yang memepengaruhi kegiatan organisasi, maka dibagian ini  kami menyampaikan beberapa kendala yang sedikit menghambat kepengurusan Forum Kajian Ilmu Syari’ah periode 2015-2016 dalam melaksanakan tugas-tugasnya, adapun hambatan-hambatan tersebut diantaranya:
a.       Kurangnya komunikasi  antara sesama  pengurus maupun anggota
b.      Masih banyaknya pengurus yang belum mengerti  bagaimana fungsi-fungsi organisasi dijalankan. Hal ini terlihat dalam beberapa kegiatan (khususnya kinerja kepanitiaan).
c.       Beberapa kegaiatn belum terasa menyentuh/melibatkan secara emosional maupun fisik pengurus dan anggota.
d.      Ada beberapa kritik dan saran kepada pengurus Forum Kajian Ilmu Syari’ah periode 2015-2016 yang belum sepenuhnya ditanggapi untuk dikoreksi. Hal ini kami yakin bukan dikarenakan kesengajaan untuk memandang Forum Kajian Ilmu Syari’ah periode 2015-2016 sebelah mata, namun lebih dikarenakan factor kealpaan kami sebagai manusia biasa.

VI.   REKOMENDASI
                 Perubahan untuk menuju kepada kondisi yang lebih baik mutlak diperlukan demi kemajuan Forum Kajian Ilmu Syari’ah periode 2015-2016 di tahun-tahun berikutnya. Oleh karena itu, ada beberapa rekomendasi yang perlu dilakukan oleh kepengurusan selanjutnya, hal tersebut diantaranya sebagai berikut:
1.      Semakin ditingkatkannya koordinasi antara pengurus dengan anggota lainnya
2.      Program kerja disusun lebih baik lagi
3.      Waktu kegiatan diagendakan dengan matang
4.      Diusahakan setiap kegiatan selalu ada LPJ (Laporan Pertanggung Jawaban) setelah kegiatan dilaksanakan.

VII.PENUTUP
     Sebagai penutup, kami pengurus Forum Kajian Ilmu Syari’ah periode 2015-2016 menyampaikan terima kasih kepada seluruh rekan-rekan anggota  Forum Kajian Ilmu Syari’ah periode 2015-2016 yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan Forum Kajian Ilmu Syari’ah periode 2015-2016 serta kepada semua pihak-pihak yang telah memberikan sumbangsih kepada Forum Kajian Ilmu Syari’ah periode 2015-2016.
     Kami juga mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada semua pihak atas segala kesadaran dan kekhilafan yang kami perbuat baik sengaja maupun tidak disengaja, lisan maupun tindakan selama menjadi pengurus Forum Kajian Ilmu Syari’ah periode 2015-2016.
Terima kasih. 
Wassalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.

Wassalam, medan 05 juni 2016 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PUISI NURANI JIWA

Mungkin hanya laut yang mengerti Kapan langit akan menangis... Atau mungkin hanya buih yang tahu Kapan mendung berganti warna.. Saat ombak melahirkan darah di bibir karang Selarut ini aku tuliskan sebait pesan buatmu Aku lampirkan penggalan mimpi untuk menyapamu Dalam diam...dalam dendam...dalam ketiadaan... Terpagut mata memandang perih Diujung samudera, panggilan hati membawamu pergi Kala hatimu tersayat belati Aku hanya mampu merintih Adakah mereka miliki segumpal nurani? Setetes darah dengan sebuah kerinduan Yang mampu mengeja gambar keangkuhan tanpa makna Semacam doa tanpa harapan Dan sebuah kerinduan yang kering terbakar Kau masih menanti diujung samudera Bertanya pada ombak… Adakah nurani bersinggah menepi? Oh…Palestina… Tragedi tanpa kesudahanmu Meluluh lantakkan qolbu Ingin kurajut perihmu dengan jamahku Obati lukamu dengan jiwa… Agar kalut tak dapat meraja kembali dalam sepi Oh…Palestina Bumi Isa yang ternoda Kala serdadu zionis gagah diujung ...

Malaysia sudut peradaban...

Dahulu terkenang satu cita yang seakan tak terealisasikan di sudut khayalan...  namun... kembali terketuk satu kalimat yang seakan melayang2 di antara telinga dan alam bawah sadar... "Ada masa dimana Allah akan berikan yang kita butuhkan" Allaahu Akbar.... kuyakini, setiap titik kebahagiaan dan kesuksesan ini terselip doa ikhlas seorang Ayah... umi.... yang selalu mendoakan keberkahan, kebahagiaan, kesuksesan untuk putra putri nya.... . . Allaahu jalla jalaaluh... terkadang sedikit rumit bagi hamba terus mengingat kebaikan dan melupakan kesalahan... ketukan terindah menuju arah yang lebih indah..itu lah yang kami harapkan ya Rabb... syukur atas nikmat.... bahagia atas tiada penat.. dan sedih dilapisi bahagia.. hanya mampu mendoakan kesehatan buat ayah dan umi... semoga cinta dan kasih sayang mereka mendapat balasan cinta fan kasih sayang yang lebih dari Mu ya Allaah.... . . Malaysia, 20 oktober 2015

Sampaikan walau sedikit ilmu

Sedikit kucoba menceritakan penggalan nasihat Arab yang hingga saat ini sangat kunikmati khasiatnya... "Obatilah marah dengan diam" Kalimat sakral lagi singkat ini menentramkan segala bala dan emosi membara saat beberapa pihak mengecam untuk melanjutkan kemarahan nya.. Syukurku telah dibekali ilmu bermanfaat oleh ustadzah nashratussyaifa yang saat duduk dikelas 1G di pesantren ia terus menjelaskan definisi dan contoh dari seluruh mahfudzot atau pantun Arab itu..  Kerap kutemukan orang marah.. Emosi membara.. Obatilah marah itu dengan diam.. Sebab tidak semua pertanyaan da jawabannya... Tidak semua lapar makan nasi obatnya.. Tapi diam lah obat jitu menenangkan kawan yang sedang dalam keadaan marah... Semoga bermanfaat... #bersambung #mariberbagi