Langsung ke konten utama

Indahnya berbagi

※※※※Sampaikan walau sedikit ilmu※※※※
Sesingkat minum air putih dikala kehausan itulah hidup...
Pakai kata gk terasa...
Eh.. tiba2 udah smp aja
Eh.. tiba2 udah sarjana aja..
Terkadang kita juga sempat sebutin buat orang yang telah tiada "eh.. padahal kemarin masih candaan bareng"
.
.
Begitulah singkat nya hidup... Kekal...?? Kekal itu hanya ada pada masa lalu dan perubahan... masa lalu, yang udah terjadi yaa gk bisa balik lagi.. pepatah Arab dalam mahfudzotnya
"LAN TARJI'AL AYYAAMULLATI MADHOT"  tidak akan kembali hari2 yang sudah berlalu...
.
.
Ada orang merasa masih punya waktu...dapat nasihat... berubah dong..?? Ane kan besok masih hidup..besok aja kali yah.... padahal tu kalimat sakral banget buat disebutin.. ingat loh... Ajal gk pernah nunggu taubat... trus apa lagi yang ditunggu..??
Shalat tepat waktu yuks...
Yuk Tilawah di aktifin...
Akhlak juga diperbaiki...
Katanya cita2 pengen terwujud.. mati nya syahid... rezeki lancar..tapi ibadah jarang.. sama aja dong..!! Berharap banyak tanpa do'a bagai mancing ikan tanpa umpan..
Berubah ikut cara tasawwuf lumayan indah loh...
Tasawwuf Takhalli..
Tasawwuf tahalli..
Tasawwuf tajalli..
Sedikit2 lama2 menjadi bukit...
#GemaDhuha #FauzaQadriah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PUISI NURANI JIWA

Mungkin hanya laut yang mengerti Kapan langit akan menangis... Atau mungkin hanya buih yang tahu Kapan mendung berganti warna.. Saat ombak melahirkan darah di bibir karang Selarut ini aku tuliskan sebait pesan buatmu Aku lampirkan penggalan mimpi untuk menyapamu Dalam diam...dalam dendam...dalam ketiadaan... Terpagut mata memandang perih Diujung samudera, panggilan hati membawamu pergi Kala hatimu tersayat belati Aku hanya mampu merintih Adakah mereka miliki segumpal nurani? Setetes darah dengan sebuah kerinduan Yang mampu mengeja gambar keangkuhan tanpa makna Semacam doa tanpa harapan Dan sebuah kerinduan yang kering terbakar Kau masih menanti diujung samudera Bertanya pada ombak… Adakah nurani bersinggah menepi? Oh…Palestina… Tragedi tanpa kesudahanmu Meluluh lantakkan qolbu Ingin kurajut perihmu dengan jamahku Obati lukamu dengan jiwa… Agar kalut tak dapat meraja kembali dalam sepi Oh…Palestina Bumi Isa yang ternoda Kala serdadu zionis gagah diujung ...

Malaysia sudut peradaban...

Dahulu terkenang satu cita yang seakan tak terealisasikan di sudut khayalan...  namun... kembali terketuk satu kalimat yang seakan melayang2 di antara telinga dan alam bawah sadar... "Ada masa dimana Allah akan berikan yang kita butuhkan" Allaahu Akbar.... kuyakini, setiap titik kebahagiaan dan kesuksesan ini terselip doa ikhlas seorang Ayah... umi.... yang selalu mendoakan keberkahan, kebahagiaan, kesuksesan untuk putra putri nya.... . . Allaahu jalla jalaaluh... terkadang sedikit rumit bagi hamba terus mengingat kebaikan dan melupakan kesalahan... ketukan terindah menuju arah yang lebih indah..itu lah yang kami harapkan ya Rabb... syukur atas nikmat.... bahagia atas tiada penat.. dan sedih dilapisi bahagia.. hanya mampu mendoakan kesehatan buat ayah dan umi... semoga cinta dan kasih sayang mereka mendapat balasan cinta fan kasih sayang yang lebih dari Mu ya Allaah.... . . Malaysia, 20 oktober 2015

Sampaikan walau sedikit ilmu

Sedikit kucoba menceritakan penggalan nasihat Arab yang hingga saat ini sangat kunikmati khasiatnya... "Obatilah marah dengan diam" Kalimat sakral lagi singkat ini menentramkan segala bala dan emosi membara saat beberapa pihak mengecam untuk melanjutkan kemarahan nya.. Syukurku telah dibekali ilmu bermanfaat oleh ustadzah nashratussyaifa yang saat duduk dikelas 1G di pesantren ia terus menjelaskan definisi dan contoh dari seluruh mahfudzot atau pantun Arab itu..  Kerap kutemukan orang marah.. Emosi membara.. Obatilah marah itu dengan diam.. Sebab tidak semua pertanyaan da jawabannya... Tidak semua lapar makan nasi obatnya.. Tapi diam lah obat jitu menenangkan kawan yang sedang dalam keadaan marah... Semoga bermanfaat... #bersambung #mariberbagi