Langsung ke konten utama

Selamat atas kelulusan mu adikku... Fauziah Ayumi

Bismillah... tulisan ini akan kuawali dengan sebuah doa tulus seorang kakak untuk adiknya.. berharap semoga kesehatan, kesabaran, kesuksesan terus bersama adik tercinta...
.
.
Alkisah berjuang di kampung orang akan banyak  rintangan yang dihadapi... namun, teringat pesan takjub dalam sebuah tulisan yang analogi nya ngena ke setiap insan... "kau tidak akan mendapatkan rumput hijau nan segar, jika kau masih berkurung dan terus berkurung di dalam kandang" 
Bahagia bercampur aduk saat kudapati namamu di koran republika itu adikku...
Bertanya ku dalam dada.. apakah adik mungilku ini mampu menghempas banyak nya badai yang akan dilewati di tempat rantau itu..?? Apakah kerinduan yang selama ini hilang di hapus pertemuan sanggup kau selami..??
Apapun jawabannya semoga ujian kenaikan tingkat iman ini secara teliti kau jalani... sebab Allah tak akan memberikan cobaan sesuai batas kemampuan kita...
Berdoalah adikku... berusahalah.. sebab Doa dan usaha akan berbuah kesuksesan... awali hidup untuk meraih ridho Allah.. Ridho ayah dan umi.. insya Allah jalan mu akan mulus adikku... 
.
.
Bahagiaku... Alhamdulillah yang mendalam.. ujian terberat masuk PTKIN selesai kau hadapi.. kulihat keseriusan mu dalam membahas ribuan pertanyaan yang ada.. kulihat kegigihanmu dalam memohon yang terbaik kepada Allah... Alhamdulillah Allaah ijabah doamu adikku... terus tajam kan niat.. kuatkan shalat... berbanyak mengingat Allah.. hati akan tenang...
Selamat berjuang adikku.. di kampung orang tidak seindah di kampung sendiri... tidak seasri di rumah sendiri.. hadapi itu.. terus jalani.. insya Allah akan ada hikmah terindah yang kau rasakan...
.
.
Salam hangat kakakmu tersayang... FAUZA QADRIAH

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PUISI NURANI JIWA

Mungkin hanya laut yang mengerti Kapan langit akan menangis... Atau mungkin hanya buih yang tahu Kapan mendung berganti warna.. Saat ombak melahirkan darah di bibir karang Selarut ini aku tuliskan sebait pesan buatmu Aku lampirkan penggalan mimpi untuk menyapamu Dalam diam...dalam dendam...dalam ketiadaan... Terpagut mata memandang perih Diujung samudera, panggilan hati membawamu pergi Kala hatimu tersayat belati Aku hanya mampu merintih Adakah mereka miliki segumpal nurani? Setetes darah dengan sebuah kerinduan Yang mampu mengeja gambar keangkuhan tanpa makna Semacam doa tanpa harapan Dan sebuah kerinduan yang kering terbakar Kau masih menanti diujung samudera Bertanya pada ombak… Adakah nurani bersinggah menepi? Oh…Palestina… Tragedi tanpa kesudahanmu Meluluh lantakkan qolbu Ingin kurajut perihmu dengan jamahku Obati lukamu dengan jiwa… Agar kalut tak dapat meraja kembali dalam sepi Oh…Palestina Bumi Isa yang ternoda Kala serdadu zionis gagah diujung ...

Malaysia sudut peradaban...

Dahulu terkenang satu cita yang seakan tak terealisasikan di sudut khayalan...  namun... kembali terketuk satu kalimat yang seakan melayang2 di antara telinga dan alam bawah sadar... "Ada masa dimana Allah akan berikan yang kita butuhkan" Allaahu Akbar.... kuyakini, setiap titik kebahagiaan dan kesuksesan ini terselip doa ikhlas seorang Ayah... umi.... yang selalu mendoakan keberkahan, kebahagiaan, kesuksesan untuk putra putri nya.... . . Allaahu jalla jalaaluh... terkadang sedikit rumit bagi hamba terus mengingat kebaikan dan melupakan kesalahan... ketukan terindah menuju arah yang lebih indah..itu lah yang kami harapkan ya Rabb... syukur atas nikmat.... bahagia atas tiada penat.. dan sedih dilapisi bahagia.. hanya mampu mendoakan kesehatan buat ayah dan umi... semoga cinta dan kasih sayang mereka mendapat balasan cinta fan kasih sayang yang lebih dari Mu ya Allaah.... . . Malaysia, 20 oktober 2015

Sampaikan walau sedikit ilmu

Sedikit kucoba menceritakan penggalan nasihat Arab yang hingga saat ini sangat kunikmati khasiatnya... "Obatilah marah dengan diam" Kalimat sakral lagi singkat ini menentramkan segala bala dan emosi membara saat beberapa pihak mengecam untuk melanjutkan kemarahan nya.. Syukurku telah dibekali ilmu bermanfaat oleh ustadzah nashratussyaifa yang saat duduk dikelas 1G di pesantren ia terus menjelaskan definisi dan contoh dari seluruh mahfudzot atau pantun Arab itu..  Kerap kutemukan orang marah.. Emosi membara.. Obatilah marah itu dengan diam.. Sebab tidak semua pertanyaan da jawabannya... Tidak semua lapar makan nasi obatnya.. Tapi diam lah obat jitu menenangkan kawan yang sedang dalam keadaan marah... Semoga bermanfaat... #bersambung #mariberbagi